29 March 2017

Permasalahan yang sering Terjadi Pada Warna CRT

 

SOLDIRADEM BLOG- Berikut ini saya ingin menghadirkan beberapa permasalahan, gejala,  warna gambar yang sering bermasalah dan bagaimana mengatasinya.

"Cekidot! "
Tapi sebelum itu saya menyarankan agar anda memahami blog bagian pemproses warna

1. Gambar menampilkan salah satu warna yang dominan, gejalanya pada saat penampilan gambar, kondisi warna cenderung monoton/satu warna.
Hal ini biasanya di sebabkan karena penyetelan white balance yang tidak sempurna atau dapat juga karena kerusakan pada salah satu output dari demodulasi warna.

Cara Mengatasinya;
Dengan tampilan salah satu warna yang lebih dominan itu berarti bahwa salah satu tegangan katoda CRT menurun, di sebabkan karena penguat RGB salah satunya tidak bekerja. Tidak bekerjanya penguat RGB tersebut bisa saja di karenakan tidak adanya signal masukan dari matrix. Atau salah satu katoda ada yang short sama screen.

Raster berwarna pada salah satu warna dominan ,
-periksa demodulator/transistor penguat pada rangkaian blog RGB. Cek resistor pembatas tegangan 180 volt biasanya short atau putus. Cek output dari ic croma sekitar 2,5volt DC. Periksa soket.
Cek pada salah satu katoda apakah ada yang short sama pin screen/grid.

2. Tidak ada salah satu warna gambar
Gejalanya: gambar tidak tampil salah satu warna primer, hal ini di sebabkan karena salah satu penguat warna pada RGB out rusak.
Cara mengatasinya;

Periksa transistor yang bekerja sebagai penguat RGB secara pasive (tanpa tegangan) bila kondisinya masih baik maka di lanjutkan dengan mengukur tegangan bias transistor khususnya Vbe (volt  basis emitor) harus sebesar 0,7 Volt.

3. Gambar tidak ada warna

Gejalanya ada dua hal. Pertama kemungkinan gambar menjadi hitam putih walaupun pesawat menerima  siaran berwarna.  Kemungkinan ke dua gambar monocromatik gambar hitam  putih dengan warna yang sangat tipis. Penyebab gangguan  seperti ini biasanya karena signal krominan tidak dapat di proses sampai pada bagian matrix RGB, atau dapat juga osciltor 4,43MHz tidak bekerja sehingga proses demodulator warna tidak dapat bekerja.
Cara mengatasinya:

- Metode memeriksa bagian penguat band-pass:
Gunakan oscilacope untuk melacak signal Burst dari Output Band Pass Filter(BPF) atau ukurlah input dari bagian pemproses warna croma pada ic pemproses warna.
Bila signal Brust pada input croma tidak di temukan, cobalah mengatur kembali fine tuning pada tuner dengan tepat dan apabila ternyata signal Brust dapat di tempilkan pada oscilacope, berarty kerusakan terletak pada ic pemproses warna khususnya pada bagian pemproses Chroma. Sebaiknya ganti IC Chroma dengan yang baru.

- Apabila pemeriksaan signal brust sampai pada bagian croma normal, maka di lanjutkan pengukuran ke bagian output ic croma yaitu berupa signal U dan V (biru dan merah). Cocokan bentuk gelombang output croma sesuai dengan skema servis manual. Bila output chroma normal, maka terjadi kerusakan pada bagian matrix warna. Gnti saja dengan ic matrix yang baru.

- Untuk mengetahui output matrix bekerja atau tidak dapat mengukur langsung pada pin IC Matrix sebagai output RGB, biasanya mempunyai tegangan DC sebesar kurang lebij 2,5 volt. Bila tegangan ini tidak di hasilkan berarti IC Matrix rusak.

- kemungkinan lainya untuk mencari kerusakan pada bagian warna dapat mengukur output oscilator lokal pada bagian pemproses warna yang besarnya 4,43MHz harus ada dengan bentuk sinusa. Bila oscilator 4,43MHz tidak dapat di hasilkan maka rangkaian pemproses warna tidak dapat bekerja karena tidak terjadi proses switching untuk memisahkan signal U dan V.

Ini saya tulis bersumber dari materi repair tv lawas sehingga saya modifikasi dengan pengalaman saya sendiri. Semoga bermanfaat ya gan?!

Artikel terkait; 6 kerusakan sitim warna secara umum

No comments:
Write comments