18 April 2017

Cara Merawat Oven Microwave Segala Merek agar Awet dan Tahan Lama

 

Cara Merawat Oven Microwave – Saat ini oven termasuk salah satu penemuan terbaru yang mengandalkan sistem teknologi yang cukup canggih. Alat ini menjadi bagian utama alat-alat rumah tangga karena lebih praktis dan ekonomis, sekaligus membantu proses memasak lebih cepat.
Sistem kerja oven microwave adalah arus dari sumber listrik akan mengalir ke bagian alat melalui bagian sekering juga pengaman lainnya. Dalam kondisi normal arus listik tersebut mengalir melalui sebuah rangkaian timer dan interlock. Saat dioperasikan pintu oven HARUS ditutup supaya arus listrik bisa mengalir melalui rangkaian saklar interlock. Berikutnya timer maupun starting operation menyambungkan rangkaian control pada bagian sumber tegangan sehingga rangkaian control menjadi aktif.

Cara mudah Merawat Oven Microwave agar Tidak Mudah Rusak


Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa oven microwave memiliki kompleksitas sistem dan komponen sehingga memiliki potensi bahaya cukup tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan cara merawat oven microwave untuk meminimalisir timbulnya bahaya sekaligus supaya produk lebih awet dan tahan lama.

Nah, bagaimana cara merawat oven dengan benar? Perhatikan beberapa hal berikut.
Untuk mengoperasikan dan merawat oven microwave, pelajari dengan benar buku manual berisi petunjuk penggunaan yang disertakan bersama produk. Jika buku panduan hilang maka mau tak mau kita harus punya inisiatif melakukan perawatan sendiri.

  1. Cek jaringan kabel dan sumber listrik (stop contact) yang menuju oven secara berkala. Hal ini penting untuk menghindari kemungkinan korseleting listrik atau kemungkinan-kemungkinan buruk lainnya. Pastikan kabel-kabel yang terhubung tidak tertindih benda berat dan tidak mengelupas karena gigitan tikus. Segera cabut steker bila proses memasak sudah selesai.
  2. Biasakan menggunakan tempat yang aman saat memasak. Wadah yang tidak aman kemungkinan dapat merusak komponen mesin juga makanan yang dimasak. Hindari menggunakan wadah makanan dari logam karena berpotensi menimbulkan percikan api yang berbahaya. Untuk wadah makanan direkomendasikan dari bahan melamin.
  3. Sesuaikan timer dengan jenis makanan yang akan dimasak. Misalnya, jika bahan makanan yang akan dimasak termasuk jenis bahan yang cepat matang, aturlah timer pemasakan yang cepat. Demikian juga sebaliknya.
  4. Sewaktu proses pemasakan berlangsung jangan meninggalkan oven microwave terlalu lama. Makanan yang gosong juga berpotensi menimbulkan percikan api yang berbahaya. Bila perlu tunggu sampai proses pemasakan selesai.
  5. Jangan memasak bahan cair terlalu lama karena jika melebihi suhu maksimal air dapat meluber keluar. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan karat sekaligus merusak komponen oven.
  6. Untuk jenis masakan tertentu kadang meninggalkan bau yang menyengat dalam oven microwave. Untuk melenyapkan bau atau aroma tidak sedap, gunakan irisan jeruk nipis, serai dan serbuk vanili dalam sebuah wadah lalu letakkan dalam ruang pemasakan. Setelah itu nyalakan oven sekitar 30 detik sehingga aroma dalam oven berubah menjadi harum.
  7. Jika banyak kotoran sisa makanan yang tertinggal, bersihkan bagian dalam oven menggunakan kain lap lembab. Setelah bersih keringkan dengan cara menyalakan oven selama 30 detik. Uap kain yang lembab sangat efektif melepaskan semua kotoran yang menempel. Yang terakhir bersihkan bagian dalam oven menggunakan kain lap kering.
  8. Hindari menggunakan oven untuk menggoreng karena komponen-komponen didalamnya tidak dirancang untuk proses tersebut.
  9. Letakkan oven di tempat yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak.
  10. Jika tidak memiliki keahlian memperbaiki oven sebaiknya tidak membongkar oven bila terjadi kerusakan.
  11. Jika oven dalam kondisi terhubung dengan aliran listrik jangan menyentuh bagian trafo, magnetron atau komponen-komponen oven lainnya.

Demikian cara merawat oven microwave dengan beberapa langkah mudah. Satu hal yang lebih penting, jangan coba-coba memperbaiki sendiri jika oven tidak berfungsi atau mengalami kerusakan. Jika tidak memiliki keahlian servis elektronika sebaiknya hubungi teknisi atau tukang servis profesional. 

No comments:
Write comments