03 April 2017

Pengalaman Jadul Membuka TV Pertama Kali

 


SOLDIRADEM BLOG⇨ Sekarang saya ingin cerita sedikit pengalaman pertama kali membuka pesawat televisi yang saya rasa konyol, pada saat pasien pertama saya datang "hehehe". Pada saat itu saya merasakan ketakutan yang sangat mendalam. Perasaan takut menyelimuti karena bayangan bahaya tersengat listrik. Katanya di dalam sebuah televisi CRT masih terdapat arus yang masih tersimpan meski TV dalam keadaan mati.

Ketakutan saya masih menyelimuti, yang pada akhirnya saya memberanikan diri untuk membuka casing televisi tersebut. Pada waktu itu jika tidak salah merek tv nya Giatek, dengan keluhan layar CRT redup meski screen sudah maksimum, malah blanking. Lalu saya teringat oleh guru saya bahwa CRT redup meski screen sudah maksimum ,permasalahan ini di sebabkan oleh tabung gambar yang sudah rusak/heter lemah.


Saya mencoba menyalakan televisi tersebut dengan perasaan penuh was-was. Sekejap saya terkaget minta ampun ,nampak ada percikan api dari dalam yoke dan cop flyback memancarkan listrik seperti kilat. Di situ langsung deh saya lari mencabut streker.

Setelah kejadian itu saya belum berani lagi menyalakan dan mengoprek televisi tersebut sampai beberapa hari. Sambil baca refrensi yang ada di google ,tentang apa yang harus dioprek ketika TV ada pancaran listrik yang ada di tabung keluar dari cop flyback . Pada akhirnya datang kawan saya yang memang sudah senior menangani masalah kerusakan televisi. Dia menyarankan agar mengganti cop flyback nya terlebih dahulu. Tapi sebelum itu dia menyuruh saya agar meng short kan flybacknya terlebih dahulu ,dengan cara menghubung singkat kan antara ground dan yang ada di dalam cop sebelum mencopot cop dari lubang anoda. Sebetulnya cop yang bocor sudah tidak menyimpan strum lagi,karena waktu itu tidak ada reaksi pada saat saya menghubungsingkatkan kedua nya. Memang sih tidak menyimpan ,tapi cop itu slalu menakutiku "hahaha".


Setelah penggantian cop flyback kini saatnya saya mengoprek bagian mesin.  Perasaan takut masih menyelimuti ke khawatir an akan kerusakan yang lebih parah lagi, karena tv tersebut dalam keadaan hidup. Kalau tambah mati gimana? Begitu tanya dalam hati saya. Pertama saya mengecek tegangan heater dengan ac meter. Di dapat tegangan sekitar 5 volt AC. Menurut teori yang saya baca bahwa tegangan heater sekitar 5volt ac. Lalu mengukur b+115volt DC yang terukur hanya 110 volt,ini masih bisa di toleransi pada tv 14 inc. Lalu tegangan 180 volt ,saya dapati 169 volt. Dan juga masih bisa di toleransi. Saya juga mengukur tegangan abl masih normal. Pada saat itu saya langsung memfonis tabung gambar sudah rusak.

Teman yang senior menyarankan agar menaikan tegangan heater karena tabung pada bagian heaternya sudah lemah. Dia menyuruh saya agar melilit kan kabel di farrit blyback searah jarum jam sekitar tiga lilitan. Terukur ada 6,7 volt. Sudah sekitar segitu saja gambarnya audah lumayan bagus kok.
Dan kisah ini berakhir dengan selamat dan happy ending. Karena waktu itu saya mendapat komisi untuk sesuatu yang saya pelajari selama ini pertama kalinya. Disinilah semangat saya ingin terus maju menjadi teknisi elektronik. Ternyata menservis elektronik penuh dengan tantangan dan kepuasan ketika barang yang kita kerjakan beres. Rasanya ingin terus menservis. 
Dan kini saya terus melangkah maju demi menyambut masa depan yang masih menanti. Elektronik setiap waktu akan terus berkembang. Maka saya terus update mengenal perkembangan dengan mengikuti forum-forum yang ada di media sosial,atau berbagi pengalaman dengan teknisi lain yang ada di sekitarinilahh saya.
Mudah-mudahan kisah saya ini menginspirasi untuk anda semua yang mungkin masih mulai mempelajari tentang servis elektronik. Jangan mudah menyerah, karena jika kamu menyerah kamu akan ketinggalan jauh.

No comments:
Write comments