22 July 2017

Rangkaian Dc 12V Sederhana Dengan Berbagai Variabel Tegangan Serta Arus Hingga 10A

 

Rangkaian Dc 12Vtidaklah rumit. Namun demikian, rangkaian ini dapat menghasilkan arus hingga mencapai 10 Ampere dengan tegangan yang stabil. Rangkaian satu ini sangat cocok digunakan untuk power supply bagi beberapa perangkat elektronik karena memang rangkaian ini memilik derau ataupun faktor ripple yang sangat rendah. Selain itu tegangannya pun cukup stabil.

Tentunya untuk anda para pehobi elektronika, rangkaian Dc 12V ini cukup membantu sebagai power supply yang dapat digunakan untuk test rangkaian yang sedang dikerjakan. Lantas bagaimana cara membuat rangkaian tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Komponen Yang Harus Disiapkan






Sebelum membuat rangkaian Dc 12V, terlebih dahulu anda harus menyiapkan berbagai komponennya. Adapun komponen yang harus disiapkan adalah sebagai berikut.
1.      Fuse 5 Ampere bisa juga menggunakan 10 Ampere
2.      Rotary switch 6 posisi
3.      Dioda 1N4002
4.      Capasitor 100uF/25 Volt 2 buah
5.      Capasitor  470 uF/25 Volt
6.      R1 3K6 ( 3k3+330 ) ohm
7.      R2 200 ohm
8.      R3 1K ohm
9.      R4 470 Ohm
10.  R5 270 ohm
11.  R6 180 ohm
12.  R7 100 ohm
13.  R8 680 ohm. 0,6 watt
14.  R8, R9 0.1 ohm 7 watt
15.  R10 300 ohm 2 watt.
16.  IC LM317
17.  Transistor 2N3055
18.  Transistor TIP305

Cara Kerja Rangkaian

Rangkaian ini pada dasarnya menggunakana IC regulator LM317 yang ditambahkan dengan transistor sebagai penguat arus keluarannya. Pennggunaan IC regulator ini membuat perancangan rangkaian 12 volt menjadi lebih mudah karena tidak membutuhkan banyak komponen dan juga pernak-pernik tambahan lainnya yang sangat rumit dan sulit.


IC LM317 sendiri merupakan jenis IC regulator bertegangan positif yang memiliki arus keluaran sekitar 1.5 A. Oleh sebab itulah untuk menaikan arus keluarannya menjadi 5 atau 10 Ampere dibutuhkan transistor daya. Untuk perhitungan arusnya sendiri adalah sebagai berikut
I out = IbT x hFET
I out merupakan arus keluaran dari regulator sedangkan IbT adalah arus basis dari transistor dan hFET sendiri merupakan faktor penguatan arus yang dimiliki oleh transistor. Jadi untuk menentukan jenis transistor yang akan digunakan, anda hanya perlu menghitung arus keluaran yang akan dihasilkan dari rumus di atas tersebut.

Pada LM317 sendiri pin keluaran tegangan adalah pin 1 sehingga perbandingan dari nilai resistor pembagi tegangan pada pin 1 inilah yang akan menentukan besar kecilnya tegangan keluaran. Jadi ketika switch diarahkan pada resistor pembagi tegangan, maka besar tegangan yang akan dikeluarkan akan sesuai dengan besaran resistor yang digunakan.

Pengaturan tegangan keluarannya sendiri menggunakan resistor R2+R3+R4+R5+R6+R7 sebagai variabelnya. Hal ini dimaksudkan agar pada saat kontak pada switch mulai terjadi masalah karena kondisinya yang mulai memburuk atau karena hal lainnya, tegangan keluaran hanya akan mengalami drop tegangan atau mengecil sehingga tidak akan membahayakan komponen yang sedang disupply oleh rangkaian ini.


Nah, oleh sebab itu pemilihan switch yang sangat bagus mutlak harus dilakukan. Selain itu juga jangan lupa untuk senantiasa menyemprotkan bagian kontak switch dengan contact cleaner ketika rangakain telah selesai dibuat dan digunakan.

Nah, itulah sedikit tentang rangkaian Dc 12V yang dapat anda buat sendiri di rumah. Hal yang perlu menjadi catatan adalah ketika membuat rangkaian tersebut, sebagai sumber tegangan masukannya jangan lupa menggunakan trafo dengan tegangan lebih dari 12 volt. Anda dapat menggunakan trafo 15 volt ataupun 18 volt. Selamat mencoba.



No comments:
Write comments