18 October 2017

Komponen Arus Kuat

 

 1.      MCB 1 FASA
      Foto diatas adalah contoh MCB umum yang biasa dipakai di instalasi listips rumah. MCB adalah berkegunaaan sebagai pengaman hubung pendek (konsleting) dan juga berkegunaaan sebagai pengaman arus beban lebih. Pada MCB tersedia dua pengaman yaitu dengan cara thermis dan elektomagnetis. Pengaman thermis yaitu memakai dua buah logam yang digabungkan (bimetal) yang berkegunaaan sebagai pengaman arus beban lebih. Pengaman elektromagnetis yaitu memakai sebuah kumparan kumparan yang bisa hebat sebuah berhantu dari logam lunak.

Ada perbedaan antara MCB milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan milik pelanggan yang dipasarkan dengan cara umum. Yang pertama adalah warna toggle switch yang tidak sama (dalam produk dari produsen MCB yang sama, milik PLN mempunyai warna toggle switch biru dan yang dipasarkan untuk umum berwarna hitam) dan kedua adalah tulisan “Milik PLN” pada MCB yang dipasang di kWh meter. Mesikipun ada juga produsen MCB lainnya yang memakai warna toggle switch biru untuk produk yang dipasarkan di pasaran.


2.      Transformator (Trafo)

          Transformator adalah sebuahperalatan listips yang dipakai untuk merubah energi listips bolak-balik dari satu level tegangan ke level tegangan yang lain. Bisa menaikkan, menurunkan alias hanya untuk mengisolasi sistem satu dengan yang lainnya.
 Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti logam yang berkegunaaan untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan. Kedua kumparan terhubung dengan inti besi. Dalam kondisi ideal, tanpa menyesal-menyesal, perbandingan lilitan antara keduanya adalah perbandingan tegangan antara kedua sisinya

3.      SAKLAR
    Saklar adalah sebuah perangkat yang dipakai untuk memutuskan jaringan listips, alias untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung alias pemutus ajaran listips. Tidak hanya untuk jaringan listips arus kuat, saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus lemah.
              Dengan cara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada sebuahrangkaian, dan bisa terhubung alias terpisah sesuai dengan kondisi sambung (on) alias putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya dipilih supaya supaya tahan terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai terbuat dari bahan oksida biasa, maka saklar bakal tidak jarang tidak bekerja. Untuk mengurangi efek korosi ini, paling tidak logam kontaknya wajib disepuh dengan logam anti korosi dan anti karat. Pada dasarnya saklar tombol bisa disoftwarekan untuk sensormekanik, sebab alat ini bisa dipakai pada mikrokontroller untuk pengaturan rangkaian pengontrolan.

4.      TDR(Time Delay Relay)

              Kegunaaan dari Time Delay relay adalah sebagai pengatur waktu bagi peralatan yang dikendalikan.pemakaian timer untuk mengatur waktu berkerja dan tidaknya magnetik kontrol kontaktor.Umpama untuk mengatur waktu motor listips putar kiri kanan,merubah hubungan bintang segitiga dan mengatur waktu berkerjanya motor listips dengan cara bergantian dalam waktu tertentu dan lainnya.

5.      THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR)

Thermal relay alias overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap suhu dan bakal membuka alias menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan alias peralatan kontrol listips yang berkegunaaan untuk memutuskan jaringan listips apabila terjadi beban lebih.


6.      RELAY

   Tidak semua rangkaian elektronik memakai apa yang namanya relai (relay inggris) ini tetapi sebagai seorang yang bergelut dalam dunia elektronik wajibnya kami juga memahami apa itu relay, kegunaan relay, dan tutorial kerjanya. Saya bukanlah orang yg pakar juga dalam teknik elektronika bakal tetapi setidaknya saya memahami dan menyukai teknik elektronika. Nah dari itu saya ingin membagi apa yang saya ketahui terhadap sobat semua yang berkenan. Kembali ke topik.... apasih relay/relai itu? ingin tahu jawabannya semakinkan membaca.

Apa sebetulnya relay itu? alias apasih relay itu? Relay bisa didefinisikan sebagai : sebuahalat/komponen elektro mekanik yang dipakai untuk mengoperasikan seperangkat kontak saklar, dengan mekegunaaankan tenaga listips sebagai sumber energinya. Dengan mekegunaaankan lilitan alias coil (koil) berintikan logam yang dialiri arus listips, pastinya bakal menghasilkan medan magnet pada ujung inti logam apa bila koil dialiri arus listips. Medan magnet/energi magnet tersebutlah yang dipakai untuk mengerjakan saklar nantinya.


7.      Generator Listips

     Generator listips adalah sebuah alat yang memproduksi energi listips dari sumber energi mekanik, biasanya dengan memakai induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai pembangkit listips. Meski generator dan motor punya tidak sedikit kesamaan, tapi motor adalah alat yang merubah energi listips menjadi energi mekanik. Generator mendorong muatan listips untuk bergerak melewati sebuah sirkuit listips eksternal, tapi generator tidak menciptakan listips yang telah ada di dalam kabel lilitannya. Faktor ini bisa dianalogikan dengan sebuah pompa air, yang menciptakan ajaran air tapi tidak menciptakan air di dalamnya. Sumber enegi mekanik bisa berupa resiprokat maupun turbin mesin uap, air yang jatuh melakui sebuah turbin maupun kincir air, mesin pembakaran dalam, turbin angin, engkol tangan, energi surya alias matahari, udara yang dimampatkan, alias apa pun sumber energi mekanik lain.

Pada 1831-1832 Michael Faraday menemukan bahwa perbedaan potensial dihasilkan antara ujung-ujung konduktor listips yang bergerak tegak lurus terhadap medan magnet. Dirinya membikin generator elektromagnetik pertama berdasarkan efek ini memakai cakram tembaga yang berputar antara kutub magnet tapal kuda. Proses ini menghasilkan arus searah yang kecil.


Tampilan alat yang dijuluki ‘cakram Faraday’ itu tidak efisien dikarenakan oleh ajaran arus listips yang arahnya berlawanan di tahap cakram yang tidak terkena pengaruh medan magnet. Arus yang diinduksi langsung di bawah magnet bakal mengalir kembali ke tahap cakram di luar pengaruh medan magnet. Arus balik itu membatasi tenaga yang dialirkan ke kawat penghantar dan menginduksi panas yang dihasilkan cakram tembaga. Generator homopolar yang dikembangkan selanjutnya menyelesaikan perpersoalanan ini dengan memakai sejumlah magnet yang disusun mengelilingi tepi cakram untuk mempertahankan efek medan magnet yang stabil. Kelemahan yang lain adalah amat kecilnya tegangan listips yang dihasilkan alat ini, dikarenakan jalur arus tunggal yang melewati fluks magnetik.


8.      Kontaktor

    Kontaktor (Magnetic Contactor) yaitu peralatan listips yang bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Pada kontaktor tersedia sebuah belitan yang mana bila dialiri arus listips bakal muncul medan magnet pada inti besinya, yang bakal membikin kontaknya berminat oleh gaya magnet yang muncul tadi. Kontak Bantu NO (Normally Open) bakal menutup dan kontak Bantu NC (Normally Close) bakal membuka.
Kontak pada kontaktor terdiri dari kontak mutlak dan kontak Bantu. Kontak mutlak dipakai untuk rangkaian daya sedangkan kontak Bantu dipakai untuk rangkaian kontrol. Didalam sebuahkontaktor elektromagnetik tersedia kumparan mutlak yang tersedia pada inti besi. Kumparan hubung pendek berkegunaaan sebagai peredam getaran saat kedua inti logam saling melekat.

Apabila kumparan mutlak dialiri arus, maka bakal muncul medan magnet pada inti logam yang bakal hebat inti logam dari kumparan hubung pendek yang dikopel dengan kontak mutlak dan kontak Bantu dari kontaktor tersebut. Faktor ini bakal mengdampakkan kontak mutlak dan kontak bantunya bakal bergerak dari posisi normal dimana kontak NO bakal tertutup sedangkan NC bakal terbuka. Selagi kumparan mutlak kontaktor tersebut tetap dialiri arus, maka kontak-kontaknya bakal tetap pada posisi operasinya.

Apabila pada kumparan kontaktor diberi tegangan yang terlalu tinggi maka bakal menyebabkan bertidak lebihnya umur alias merusak kumparan kontaktor tersebut. Tetapi apabila tegangan yang diberbagi terlalu rendah maka bakal memunculkan tekanan antara kontak-kontak dari kontaktor menjadi bertidak lebih. Faktor ini memunculkan bunga api pada permukaannya dan bisa merusak kontak-kontaknya. Besarnya toleransi tegangan untuk kumparan kontaktor adalah berkisar 85% - 110% dari tegangan kerja kontaktor.

9.      Motor Induksi

Disebut motor induksi, sebab dalam faktor penerimaan tegangan dan arus listips pada rotor diperbuat dengan prinsip induksi listips. Jadi tidak ada sambungan langsung antara tahap rotor dengan sumber tegangan listips.

Ditinjau dari jumlah phase tegangan sumber yang dipakai untuk mensuplai motor, maka motor listips AC bisa dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu :

1.    Motor 1 phasa
Dinamakan motor 1 phasa, sebab untuk menghasilkan tenaga mekanik, pada motor tersebut dimasukkan tegangan 1 phasa. Di dalam faktor praktek kami tidak jarang menjumpai motor 1 phasa dengan lilitan 2 phasa. Dikatakan demikian sebab dalam motor 1 phasa, lilitan stator-nya terdiri dari 2 tipe lilitan, yaitu lilitan pokok dan lilitan bantu. Kedua tipe lilitan tersebut dibangun sedemikian rupa jadi mesikipun arus yang mengalir pada motor adalah arus/tegangan 1 phasa, tetap bakal mengdampakkan arus yang mengalir pada masing-masing lilitan mempunyai perbedaan lhasa. Alias dengan kata lain, bahwa arus yang mengalir pada lilitan pokok dan lilitan bantu tidak sephasa. Motor 1 phase yang semacam ini disebut motor phase belah.
2.    Motor 3 phasa
Disebut motor 3 phasa, sebab untuk menghasilkan tenaga mekanik tegangan yang dimasukkan ke motor adalah tegangan 3 phasa. Ditinjau dari tipe rotor yang dipakai, motor tipe ini dikelompokkan dalam 3 jenis, yaitu :
1.         Motor dengan rotor lilit
2.         Motor dengan rotor sangkar tupai
3.         Motor kolektor
Sebagai alat penggerak, motor-motor listips lebih unggul daripada alat-alat penggerak tipe lain, sebab motor-motor listips bisa dikonstruksi sesuai dengan keperluan-keperluan dan karakteristik-karakteristik penggerakan, antara lain :
1.         Bisa dibangun dalam beberapa ukuran tenaga
2.         Mempunyai batas-batas kecepatan (speed range) yang luas
3.         Pelayanan operasi mudah, dan pemeliharaannya sederhana
4.         Bisa dikendslikan dengan cara manual, alias dengan cara otomatis dan bahkan kalau diharapkan bisa dilayani dari jarak jauh (remote control). Pemakaian motor listips sebagai alat penggerak memungkinkan diperbuat dengan cara otomatis, jadi bisa menekan anggaran tenaga kerja.
Setiap motor listips, telah mempunyai klasifikasi tertentu, sesuai dengan maksud pemakaiannya sebagai alat penggerak sesuai dengan keperluannya. Klasifikasi tiap motor bisa diketahui dari data yang tertera pada name plate yang terpasang pada motor tersebut.

10.      Push button

Push button switch (saklar tombol tekan) adalah perangkat / saklar sederhana yang berkegunaaan untuk menghubungkan alias memutuskan ajaran arus listips dengan sistem kerja tekan unlock (tidak mengunci). Sistem kerja unlock disini berarti saklar bakal bekerja sebagai device penghubung alias pemutus ajaran arus listips saat tombol ditekan, dan saat tombol tidak ditekan (dilepas), maka saklar bakal kembali pada kondisi normal.

11.     Lampu Indikator

Lampu Indikator berkegunaaan sebagai penanda untuk mengenal apakah rangkaian bekerja dengan normal, bisa juga sebagai tanda peringatan bahwa terjadi sesuatu pada rangkaian panel listips.

No comments:
Write comments